
Secara harakah
(gerakan) warga dan pengurus NU harus bergerak sesuai dengan cara NU.
Gerakan NU yang baik adalah gerakan yang selaras dan satu koordinasi
dengan keorganisasian NU. Siapapun bisa bergerak untuk NU. Bisa berjuang
bersama struktural maupun hanya sebagai kultural," ungkapnya.
Secara fikrah (pemikiran) lanjutnya, Nahdlatul Ulama senantiasa
mengusung nilai-nilai yang berhaluan pada konsep tasammuh (toleran),
tawassuth (moderat), tawazzun (seimbang) dan ‘adalah (adil). Artinya, NU
tidak condong pada pemikiran-pemikiran liberal ataupun
pemikiran-pemikiran radikal," ungkapnya.
Secara amaliah (cara beribadah) menurutnya, Nahdlatul Ulama merupakan
organisasi Islam yang mengusung ideologi Aswaja serta menjaga kemurnian
islam dengan berpegang pada Al-Qur'an, sunah Nabi, dan para sahabat
dengan sanad keilmuan yang jelas.
“Dalam persoalan fiqih bermadzhab pada salah satu madzhab empat, yaitu
Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi'i dan Imam Hanbali. Dalam beraqidah
sesuai dengan aqidah Islam yang diajarkan Rasulullah yang sudah dikemas
rapih dalam manhaj Imam Abu Hasan al-Asy'ari dan Imam Abu Manshur
al-Maturidi. Dalam bertasawuf mengikuti pendapat-pendapat yang sudah
dirumuskan oleh Imam Junaidi al-Baghdadi dan Imam Al-Ghazali,” jelasnya.
Penjelasan ini disampaikan Pengasuh Pesantren Nasihudin Bandarlampung
ini pada Lailatul ijtima' Majelis Wakil Cabang dan Ranting NU
se-Kecamatan Kemiling di Masjid Nurul Huda Way Nangka, Pinang Jaya,
Sabtu (2/3) malam.
Sementara Rais Syuriyah Ranting NU Pinang Jaya yang juga pengurus
Masjid, Kiai Amin Mustakim mengungkapkan, saat ini banyak kelompok yang
mencoba menjauhkan warga NU dari ke tiga pilar tersebut. Sudah mulai ada
warga NU yang beribadah menggunakan amaliah NU namun secara harakah
tidak sejalan dengan NU.
"Jka amaliah NU sudah dilakukan tetapi masih membenci NU maka bagaikan
orang yang suka terhadap suatu makanan tetapi membenci kepada yang
memasak," ungkapnya memberi contoh.
Kegiatan Lailatul Ijtima yang rutin dilaksanakan secara rutin dan
terjadwal ini diisi dengan berbagai kajian dalam rangka memperkuat
amaliah Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyyah.
Pada kesempatan tersebut, jamaah bersama-sama mendengarkan pemaparan
Kiai Musthofa, Wakil Ketua MWC NU Kemiling, yang memaparkan materi
Tafsir Surat Yasin.
Kiai Mustofa menjelaskan, segala sesuatu ada hatinya sedangkan hati Al
Qur'an adalah surat Yasin. Maka siapapun yang sedang menghadapi masalah
atau bersedih dianjurkan membaca surat Yasin agar hatinya lebih tenang.
(Red:Muhammad Faizin)
Sumber:
https://www.nu.or.id/daerah/warga-nu-harus-sejalan-dalam-harakah-fikrah-dan-amaliah-2jjiU Secara harakah
(gerakan) warga dan pengurus NU harus bergerak sesuai dengan cara NU.
Gerakan NU yang baik adalah gerakan yang selaras dan satu koordinasi
dengan keorganisasian NU. Siapapun bisa bergerak untuk NU. Bisa berjuang
bersama struktural maupun hanya sebagai kultural," ungkapnya.
Secara fikrah (pemikiran) lanjutnya, Nahdlatul Ulama senantiasa
mengusung nilai-nilai yang berhaluan pada konsep tasammuh (toleran),
tawassuth (moderat), tawazzun (seimbang) dan ‘adalah (adil). Artinya, NU
tidak condong pada pemikiran-pemikiran liberal ataupun
pemikiran-pemikiran radikal," ungkapnya.
Secara amaliah (cara beribadah) menurutnya, Nahdlatul Ulama merupakan
organisasi Islam yang mengusung ideologi Aswaja serta menjaga kemurnian
islam dengan berpegang pada Al-Qur'an, sunah Nabi, dan para sahabat
dengan sanad keilmuan yang jelas.
“Dalam persoalan fiqih bermadzhab pada salah satu madzhab empat, yaitu
Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi'i dan Imam Hanbali. Dalam beraqidah
sesuai dengan aqidah Islam yang diajarkan Rasulullah yang sudah dikemas
rapih dalam manhaj Imam Abu Hasan al-Asy'ari dan Imam Abu Manshur
al-Maturidi. Dalam bertasawuf mengikuti pendapat-pendapat yang sudah
dirumuskan oleh Imam Junaidi al-Baghdadi dan Imam Al-Ghazali,” jelasnya.
Penjelasan ini disampaikan Pengasuh Pesantren Nasihudin Bandarlampung
ini pada Lailatul ijtima' Majelis Wakil Cabang dan Ranting NU
se-Kecamatan Kemiling di Masjid Nurul Huda Way Nangka, Pinang Jaya,
Sabtu (2/3) malam.
Sementara Rais Syuriyah Ranting NU Pinang Jaya yang juga pengurus
Masjid, Kiai Amin Mustakim mengungkapkan, saat ini banyak kelompok yang
mencoba menjauhkan warga NU dari ke tiga pilar tersebut. Sudah mulai ada
warga NU yang beribadah menggunakan amaliah NU namun secara harakah
tidak sejalan dengan NU.
"Jka amaliah NU sudah dilakukan tetapi masih membenci NU maka bagaikan
orang yang suka terhadap suatu makanan tetapi membenci kepada yang
memasak," ungkapnya memberi contoh.
Kegiatan Lailatul Ijtima yang rutin dilaksanakan secara rutin dan
terjadwal ini diisi dengan berbagai kajian dalam rangka memperkuat
amaliah Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyyah.
Pada kesempatan tersebut, jamaah bersama-sama mendengarkan pemaparan
Kiai Musthofa, Wakil Ketua MWC NU Kemiling, yang memaparkan materi
Tafsir Surat Yasin.
Kiai Mustofa menjelaskan, segala sesuatu ada hatinya sedangkan hati Al
Qur'an adalah surat Yasin. Maka siapapun yang sedang menghadapi masalah
atau bersedih dianjurkan membaca surat Yasin agar hatinya lebih tenang.
(Red:Muhammad Faizin)
Sumber:
https://www.nu.or.id/daerah/warga-nu-harus-sejalan-dalam-harakah-fikrah-dan-amaliah-2jjiUWarga dan Pengurus NU harus bergerak sesuai dengan cara NU. Gerakan NU
yang baik adalah gerakan yang selaras dan satu koordinasi dengan
keorganisasian NU. Siapapun bisa bergerak untuk NU. Bisa berjuang
bersama struktural maupun sebagai kultural.
pada amaliah (pola tindak) tapi juga fikrah (pola fikir) dan harakah (pola gerakan). Tulisan sederhana ini hanya ingin mengulas tiga pilar NU itu agar ber-NU tidak didangkalkan hanya sebatas gerakan sosial-politiknya saja, tapi di dalamnya terdapat ragam ritual ibadah hingga permasalahan akidah.
Pertama, terkait dengan amaliah NU. Amaliah dalam konteks ini bisa didefinisikan sebagai ritual keagamaan yang dilakukan oleh warga NU. Memang tidak semua dalil ritual ibadah dibahas pada MKNU, hanya beberapa saja seperti tahlil, tawassul, dan istigotsah. Namun saat ini banyak buku yang membahas dalil ritual ibadah nahdhiyyin. Misalnya buku Tradisi Orang-orang NU karya H Munawir Abdul Fatah, yang menjelaskan mulai dari landasan hingga ragam amaliah masalah ibadah dan masalah sosial secara lengkap dipaparkan dalil-dalil nya. Identitas kultural keagamaan NU ini dianut oleh mayoritas umat islam Indonesia. Masalahnya adalah banyak yang secara amaliyah NU, tetapi tidak mengetahui bahkan mungkin bertentangan dengan fikrah dan harakah NU
Tagline menjamiyahkan jamaah harus dipegang teguh agar memahami NU secara kaffah meliputi harokah, fikroh dan amaliah.
"Saya ingin, hanya
beberapa bulan saja mereka telah membentuk Pengurus Ranting NU. Ayo
segera jamiyahkan jamaah, meng-NUkan orang NU, ajak mereka di
struktural,"
Komentar
Posting Komentar