Prioritas program kerja


"Secara harakah (gerakan) warga dan pengurus NU harus bergerak sesuai dengan cara NU. Gerakan NU yang baik adalah gerakan yang selaras dan satu koordinasi dengan keorganisasian NU. Siapapun bisa bergerak untuk NU. Bisa berjuang bersama struktural maupun hanya sebagai kultural," ungkapnya.

Sumber: https://www.nu.or.id/daerah/warga-nu-harus-sejalan-dalam-harakah-fikrah-dan-amaliah-2jjiU
"Secara harakah (gerakan) warga dan pengurus NU harus bergerak sesuai dengan cara NU. Gerakan NU yang baik adalah gerakan yang selaras dan satu koordinasi dengan keorganisasian NU. Siapapun bisa bergerak untuk NU. Bisa berjuang bersama struktural maupun hanya sebagai kultural," ungkapnya.

Sumber: https://www.nu.or.id/daerah/warga-nu-harus-sejalan-dalam-harakah-fikrah-dan-amaliah-2jjiU
"Secara harakah (gerakan) warga dan pengurus NU harus bergerak sesuai dengan cara NU. Gerakan NU yang baik adalah gerakan yang selaras dan satu koordinasi dengan keorganisasian NU. Siapapun bisa bergerak untuk NU. Bisa berjuang bersama struktural maupun hanya sebagai kultural," ungkapnya.

Sumber: https://www.nu.or.id/daerah/warga-nu-harus-sejalan-dalam-harakah-fikrah-dan-amaliah-2jjiU
"Secara harakah (gerakan) warga dan pengurus NU harus bergerak sesuai dengan cara NU. Gerakan NU yang baik adalah gerakan yang selaras dan satu koordinasi dengan keorganisasian NU. Siapapun bisa bergerak untuk NU. Bisa berjuang bersama struktural maupun hanya sebagai kultural," ungkapnya.

Sumber: https://www.nu.or.id/daerah/warga-nu-harus-sejalan-dalam-harakah-fikrah-dan-amaliah-2jjiU
Secara harakah (gerakan) warga dan pengurus NU harus bergerak sesuai dengan cara NU. Gerakan NU yang baik adalah gerakan yang selaras dan satu koordinasi dengan keorganisasian NU. Siapapun bisa bergerak untuk NU. Bisa berjuang bersama struktural maupun hanya sebagai kultural," ungkapnya. Secara fikrah (pemikiran) lanjutnya, Nahdlatul Ulama senantiasa mengusung nilai-nilai yang berhaluan pada konsep tasammuh (toleran), tawassuth (moderat), tawazzun (seimbang) dan ‘adalah (adil). Artinya, NU tidak condong pada pemikiran-pemikiran liberal ataupun pemikiran-pemikiran radikal," ungkapnya. Secara amaliah (cara beribadah) menurutnya, Nahdlatul Ulama merupakan organisasi Islam yang mengusung ideologi Aswaja serta menjaga kemurnian islam dengan berpegang pada Al-Qur'an, sunah Nabi, dan para sahabat dengan sanad keilmuan yang jelas. “Dalam persoalan fiqih bermadzhab pada salah satu madzhab empat, yaitu Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi'i dan Imam Hanbali. Dalam beraqidah sesuai dengan aqidah Islam yang diajarkan Rasulullah yang sudah dikemas rapih dalam manhaj Imam Abu Hasan al-Asy'ari dan Imam Abu Manshur al-Maturidi. Dalam bertasawuf mengikuti pendapat-pendapat yang sudah dirumuskan oleh Imam Junaidi al-Baghdadi dan Imam Al-Ghazali,” jelasnya. Penjelasan ini disampaikan Pengasuh Pesantren Nasihudin Bandarlampung ini pada Lailatul ijtima' Majelis Wakil Cabang dan Ranting NU se-Kecamatan Kemiling di Masjid Nurul Huda Way Nangka, Pinang Jaya, Sabtu (2/3) malam. Sementara Rais Syuriyah Ranting NU Pinang Jaya yang juga pengurus Masjid, Kiai Amin Mustakim mengungkapkan, saat ini banyak kelompok yang mencoba menjauhkan warga NU dari ke tiga pilar tersebut. Sudah mulai ada warga NU yang beribadah menggunakan amaliah NU namun secara harakah tidak sejalan dengan NU. "Jka amaliah NU sudah dilakukan tetapi masih membenci NU maka bagaikan orang yang suka terhadap suatu makanan tetapi membenci kepada yang memasak," ungkapnya memberi contoh. Kegiatan Lailatul Ijtima yang rutin dilaksanakan secara rutin dan terjadwal ini diisi dengan berbagai kajian dalam rangka memperkuat amaliah Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyyah. Pada kesempatan tersebut, jamaah bersama-sama mendengarkan pemaparan Kiai Musthofa, Wakil Ketua MWC NU Kemiling, yang memaparkan materi Tafsir Surat Yasin. Kiai Mustofa menjelaskan, segala sesuatu ada hatinya sedangkan hati Al Qur'an adalah surat Yasin. Maka siapapun yang sedang menghadapi masalah atau bersedih dianjurkan membaca surat Yasin agar hatinya lebih tenang. (Red:Muhammad Faizin)

Sumber: https://www.nu.or.id/daerah/warga-nu-harus-sejalan-dalam-harakah-fikrah-dan-amaliah-2jjiU
Secara harakah (gerakan) warga dan pengurus NU harus bergerak sesuai dengan cara NU. Gerakan NU yang baik adalah gerakan yang selaras dan satu koordinasi dengan keorganisasian NU. Siapapun bisa bergerak untuk NU. Bisa berjuang bersama struktural maupun hanya sebagai kultural," ungkapnya. Secara fikrah (pemikiran) lanjutnya, Nahdlatul Ulama senantiasa mengusung nilai-nilai yang berhaluan pada konsep tasammuh (toleran), tawassuth (moderat), tawazzun (seimbang) dan ‘adalah (adil). Artinya, NU tidak condong pada pemikiran-pemikiran liberal ataupun pemikiran-pemikiran radikal," ungkapnya. Secara amaliah (cara beribadah) menurutnya, Nahdlatul Ulama merupakan organisasi Islam yang mengusung ideologi Aswaja serta menjaga kemurnian islam dengan berpegang pada Al-Qur'an, sunah Nabi, dan para sahabat dengan sanad keilmuan yang jelas. “Dalam persoalan fiqih bermadzhab pada salah satu madzhab empat, yaitu Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi'i dan Imam Hanbali. Dalam beraqidah sesuai dengan aqidah Islam yang diajarkan Rasulullah yang sudah dikemas rapih dalam manhaj Imam Abu Hasan al-Asy'ari dan Imam Abu Manshur al-Maturidi. Dalam bertasawuf mengikuti pendapat-pendapat yang sudah dirumuskan oleh Imam Junaidi al-Baghdadi dan Imam Al-Ghazali,” jelasnya. Penjelasan ini disampaikan Pengasuh Pesantren Nasihudin Bandarlampung ini pada Lailatul ijtima' Majelis Wakil Cabang dan Ranting NU se-Kecamatan Kemiling di Masjid Nurul Huda Way Nangka, Pinang Jaya, Sabtu (2/3) malam. Sementara Rais Syuriyah Ranting NU Pinang Jaya yang juga pengurus Masjid, Kiai Amin Mustakim mengungkapkan, saat ini banyak kelompok yang mencoba menjauhkan warga NU dari ke tiga pilar tersebut. Sudah mulai ada warga NU yang beribadah menggunakan amaliah NU namun secara harakah tidak sejalan dengan NU. "Jka amaliah NU sudah dilakukan tetapi masih membenci NU maka bagaikan orang yang suka terhadap suatu makanan tetapi membenci kepada yang memasak," ungkapnya memberi contoh. Kegiatan Lailatul Ijtima yang rutin dilaksanakan secara rutin dan terjadwal ini diisi dengan berbagai kajian dalam rangka memperkuat amaliah Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyyah. Pada kesempatan tersebut, jamaah bersama-sama mendengarkan pemaparan Kiai Musthofa, Wakil Ketua MWC NU Kemiling, yang memaparkan materi Tafsir Surat Yasin. Kiai Mustofa menjelaskan, segala sesuatu ada hatinya sedangkan hati Al Qur'an adalah surat Yasin. Maka siapapun yang sedang menghadapi masalah atau bersedih dianjurkan membaca surat Yasin agar hatinya lebih tenang. (Red:Muhammad Faizin)

Sumber: https://www.nu.or.id/daerah/warga-nu-harus-sejalan-dalam-harakah-fikrah-dan-amaliah-2jjiU

Warga dan Pengurus NU   harus bergerak sesuai dengan cara NU. Gerakan NU yang baik adalah  gerakan yang selaras dan satu koordinasi dengan keorganisasian NU.  Siapapun bisa bergerak untuk NU. Bisa berjuang bersama struktural maupun   sebagai kultural.

pada amaliah (pola tindak) tapi juga fikrah (pola fikir) dan harakah (pola gerakan). Tulisan sederhana ini hanya ingin mengulas tiga pilar NU itu agar ber-NU tidak didangkalkan hanya sebatas gerakan sosial-politiknya saja, tapi di dalamnya terdapat ragam ritual ibadah hingga permasalahan akidah.

Pertama, terkait dengan amaliah NU. Amaliah dalam konteks ini bisa didefinisikan sebagai ritual keagamaan yang dilakukan oleh warga NU. Memang tidak semua dalil ritual ibadah dibahas pada MKNU, hanya beberapa saja seperti tahlil, tawassul, dan istigotsah. Namun saat ini banyak buku yang membahas dalil ritual ibadah nahdhiyyin. Misalnya buku Tradisi Orang-orang NU karya H Munawir Abdul Fatah, yang menjelaskan mulai dari landasan hingga ragam amaliah masalah ibadah dan masalah sosial secara lengkap dipaparkan dalil-dalil nya. Identitas kultural keagamaan NU ini dianut oleh mayoritas umat islam Indonesia. Masalahnya adalah banyak yang secara amaliyah NU, tetapi tidak mengetahui bahkan mungkin bertentangan dengan fikrah dan harakah NU

harakah (gerakan) warga dan pengurus NU harus bergerak sesuai dengan cara NU. Gerakan NU yang baik adalah gerakan yang selaras dan satu koordinasi dengan keorganisasian NU. Siapapun bisa bergerak untuk NU. Bisa berjuang bersama struktural maupun hanya sebagai kultural,"

Sumber: https://www.nu.or.id/daerah/warga-nu-harus-sejalan-dalam-harakah-fikrah-dan-amaliah-2jjiU
harakah (gerakan) warga dan pengurus NU harus bergerak sesuai dengan cara NU. Gerakan NU yang baik adalah gerakan yang selaras dan satu koordinasi dengan keorganisasian NU. Siapapun bisa bergerak untuk NU. Bisa berjuang bersama struktural maupun hanya sebagai kultural,"

Sumber: https://www.nu.or.id/daerah/warga-nu-harus-sejalan-dalam-harakah-fikrah-dan-amaliah-2jjiU

 

Tagline menjamiyahkan jamaah harus dipegang teguh agar  memahami NU secara kaffah meliputi harokah, fikroh dan amaliah.

 

"Saya ingin, hanya beberapa bulan saja mereka telah membentuk Pengurus Ranting NU. Ayo segera jamiyahkan jamaah,  meng-NUkan orang NU, ajak mereka di struktural,"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Aswaja

Dua Kepentingan

Aswaja