Pengamalan Aswaja

  

 

Implementasi (pengamalan) Ahlussunnah wal Jama’ah

  1. Bidang akidah. Dalam menjalani kehidupan atau menghadapi persoalan-persoalan, orang NU tidak boleh hanya bergantung pada kekuasaan Allah (pasrah) atau sebaliknya hanya mengandalkan kemampuan akal (teori atau ilmu pengetahuan). Kaduanya harus dilakukan secara bersamaan.
  2. Bidang Fikih (Ibadah). Dalam memegangi hukum fikih, NU tidak boleh “HANYA” berpegang / berlandaskan pada pendapat-pendapat yang ada (qauly) tetapi juga harus memperhatikan dan mengetahui perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan (manhajiy). 
  3. Bidang Tashawwuf. Dalam menjalankan ibadah, warga NU harus menggabungkan antara hakikat dan syariat. Aturan-aturan fikih (syarat dan rukun) tetap harus dipenuhi, namun di sisi lain penghayatan terhadap isi, makna, hakikat, tetap harus diperhatikan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Aswaja

Dua Kepentingan

Aswaja