Pembentukan Pengurus


Ketentuan pembentukan struktur pengurus Ranting NU adalah sebagai berikut:

  1. Rais Syuriyah Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) dipilih secara langsung melalui musyawarah mufakat dengan sistem ahlul halli wal ‘aqdi.
  2. Rais Syuriyah dipilih dari diantara anggota atau diluar anggota ahlul halli wal ‘aqdi.
  3. Ahlul halli wal ‘aqdi terdiri dari 5 (lima) orang ulama yang diusulkan Pengurus Anak Ranting melalui rapat harian Syuriyah Pengurus Anak Ranting;
  4. Usulan nama calon anggota ahlul halli wal ‘aqdi disampaikan kepada panitia Musyawarah Ranting NU selambat-lambatnya 1 (satu) hari sebelum Musyawarah Ranting dilaksanakan.
  5. Nama-nama usulan yang masuk ditabulasi oleh panitia Musyawarah Ranting NU; dan 5 (lima) nama yang memperoleh rangking teratas disahkan sebagai anggota ahlul halli wal ‘aqdi dalam sidang pleno Musyawarah Ranting NU.
  6. Dalam hal terdapat kesamaan rangking usulan nomor 5 (lima) dan seterusnya, maka diserahkan kepada nama-nama yang memiliki kesamaan rangking untuk bermusyawarah; dan memutuskan sendiri di antara mereka yang menjadi anggota ahlul halli wal ‘aqdi.
  7. Lima nama yang memperoleh rangking teratas bermusyawarah untuk memilih salah satu diantara mereka menjadi pimpinan.
  8. Kriteria ulama yang diusulkan menjadi ahlul halli wal ’aqdi adalah beraqidah ahlussunnah wa al-jama’ah al-nahdiyah, wara’ dan zuhud, bersikap adil, ‘alim, memiliki integritas moral, tawadlu’, berpengaruh dan memiliki pengetahuan untuk memilih pemimpin.
  9. Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama dapat memberikan referensi nama-nama ulama yang bisa diusulkan menjadi anggota ahlul halli wal ’aqdi.
  10. Proses musyawarah ahlul halli wal ’aqdi dalam memilih Rais Syuriyah dituangkan dalam berita acara musyawarah.
  11. Ketua Tanfidziyah dipilih secara langsung oleh peserta Musyawarah Ranting NU melalui musyawarah mufakat atau pemungutan suara dalam Musyawarah Anggota, dengan terlebih dahulu menyampaikan kesediaan secara lisan atau tertulis dan mendapat persetujuan tertulis dari Rais Syuriyah terpilih.
  12. Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah terpilih sebagai formatur bertugas melengkapi susunan Pengurus Harian Syuriyyah dan Tanfidziyah dengan dibantu oleh beberapa anggota mede formatur yang mewakili zona.
  13. Tim Formatur bekerja selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari setelah Musyawarah Ranting NU berakhir.
  14. Mustasyar dan A’wan ditetapkan oleh Pengurus Harian Syuriyah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Aswaja

Dua Kepentingan

Aswaja