Definisi Ulama
Apa itu artinya ulama?
Dari segi bahasa, kata ulama adalah bentuk kata pelaku plural (jama') dari kata alim (bentuk tunggal), yang arti dasarnya adalah "orang yang mengetahui" atau "orang berpengetahuan". Jadi alim dan ulama, secara bahasa bermakna sama. Dalam kajian-kajian pergerakan, ada ungkapan yang mengatakan alim (orang berilmu) yang amil (mengamalkan). Sebuah ungkapan yang menyindir bahwa banyak orang berilmu namun tidak mengamalkan ilmunya. Artinya, tidak semua ulama taat menjalankan seluruh tuntunan agama (ulama kan manusia juga).
Kenapa orang disebut ulama?
Di Indonesia, orang-orang yang disebut ulama ialah orang-orang yang memiliki keahlian dalam bidang agama terutama fiqih, serta orang yang memiliki integritas moral, akhlak yang baik, dan dekat/melebur dengan umat, utamanya masyarakat lapisan bawah.
Hadratusyaikh Hasyim Asy'ari. Ulama ini merupakan pendiri Ormas Islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama (NU). Kiai Hasyim lahir pada 14 Februari 1871, di Tambak Rejo, Jombang, Jawa Timur.
Ulama itu ada berapa?
Di dalam Islam, ada 2 macam 'Ulama : 1. Ulama Pewaris Nabi yang keutamaannya: - Ilmu yang luas - Hidupnya Zuhud - Berani menyampaikan kebenaran meskipun pahit - Tidak takut dan tidak mengharap apa-apa dari manusia - Rasa takut dan harapnya hanya kepada Allah swt. 2. 'Ulama Su' (jelek; jahat)
"Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Maha Pengampun." (QS Faathir [35]: 27). Sejatinya, umat harus bertindak atas dasar perkataan ulama.
Begitu pula cara umat Islam dalam memuliakan ulama, yaitu dengan cara mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW yang mereka sampaikan. Dan jangan sampai mengkultuskan ulama, maupun mengikuti ajaran mereka yang bertentangan dengan Nabi Muhammad SAW. Alhamdulillah, kita wajib bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Imam Al-Ghazali menyimpulkan dari lima akhlak yang menjadi ciri ulama yaitu khasyyah, khusyu', tawadhu', husnul khuluq, dan zuhud.
Jawaban : Orang berilmy akan mempertimbangkan dengan ilmu yang dimilikinya dalam setiap bertindak, sedangkan orang tidak berilmu memiliki sedikit pengetahuan, kurang bijak dan emosional dalam bertindak.
Disebutkan, tujuan berdirinya NU adalah mengembangkan ajaran-ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah dan melindunginya dari penyimpangan kaum pembaru dan modernis.

Komentar
Posting Komentar