Postingan

Amalan Muharrom

Gambar
  Rasulullah SAW sendiri dalam riwayat Muslim menjelaskan bahwa ia ingin bisa menunaikan puasa Tasua atau pun Asyura sekiranya ada umur pada tahun mendatang. عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ وَفِي رِوَايَةِ أَبِي بَكْرٍ قَالَ يَعْنِي يَوْمَ عَاشُورَاءَ Artinya: " Dari Abdullah bin Abbas RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'Kalau sekiranya aku hidup hingga tahun depan, niscaya aku akan puasa pada hari Sembilan (Muharram)' pada riwayat Abu Bakar ia berkata, yakni 'pada hari sepuluh (Muharam),'" (HR Muslim).   Berpuasa di hari Asyura juga termasuk puasa yang begitu dianjurkan dalam Islam. Hal ini dikuatkan dalam hadist Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulannya Allah, Muharam” (HR Muslim). Di antara keutamaan puasa Asyura adalah dapat meng...

Zikir ‘Asyura

Gambar
Imamul muhadditsin Ibnu Hajar Al-‘Asqolany dalam syarah Al bukhory mengatakan : “(ada) beberapa kalimat (dzikir) yang barang siapa membacanya pada hari ‘Asyura, maka hatinya tidak akan mati”. Artikel ini telah tayang di jateng.inews.id dengan judul " Bacaan Dzikir-Doa Asyura 10 Muharram yang Istimewa ", Klik untuk baca: https://jateng.inews.id/berita/bacaan-dzikir-doa-asyura-10-muharram-yang-istimewa . Download aplikasi Inews.id untuk akses berita lebih mudah dan cepat: https://www.inews.id/apps   Berikut beberapa bacaan dzikir yang dianjurkan untuk dibaca pada hari Asyura atau 10 Muharram dilansir dari NU Online:   لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ..... ×١ ٠ ٠ Laa ilaha illallah  (100 kali). artinya: "Tiada tuhan selain Allah."   اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ..... ×١ ٠٠ Allahumma shalli ala Sayyidinaa Muhammad wa'ala alihi washahbihi wa sallim (100 kali). artinya: "Ya Allah, ...

Puasa sunnah Muharram.

Gambar
Pertama, puasa Muharram merupakan puasa paling utama. Hal ini sebagaimana disebutkan Rasulullah saw dalam sebuah haditsnya, “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR Muslim). Kedua, puasa Muharram ini juga memiliki keutamaan karena bulan pertama ini termasuk ke dalam empat bulan-bulan mulia atau al-asyhurul hurum, selain Rajab, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah. Rasulullah saw menganjurkan kita untuk berpuasa di empat bulan mulia itu sebagaimana disampaikan dalam sebuah haditsnya yang diriwayatkan Imam Abu Dawud dan Imam Ibnu Majah. “Puasalah bulan Sabar (Ramadhan) dan tiga hari setelahnya, dan puasalah pada bulan-bulan mulia.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah dan selainnya). Ketiga, puasa sehari dalam bulan Muharrram pahalanya sama dengan puasa 30 hari. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Orang yang berpuasa pada h...

Muaqodimah

Gambar
Contoh mukadimah pidato  1.Mukadimah wa maw waalaah.  الـحَمْدُ للهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهَ ، أَمَّا بَعْدُ  Alhamdulillahi washsholatu wassalaamu 'alaa rasulillah wa'alaa aalihi wa sohbihi wa maw waalaah. Amma ba'du.  2. Mukadimah asyrofil mursaliin.  الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ أَشْرَفِ الـمُرْسَلِينَ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَـعِينَ، أَمَّا بَعْدُ  Alhamdulillaahi robbil 'aalamiin, wabihi nasta'inu 'alaa umuriddunya waddiin. Wassholatu wassalamu 'alaa asyrofil mursaliin, wa 'alaa aalihi wa sohbihi ajma'iin. Amma ba'du.  3. Mukadimah bini'matil iimaan.  الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ. وَنُصَلِّيْ وَنُسَلِّمُ عَلَى خَيْرِ اْلأَنَامِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ  Alhamdulillah...

Hadaroh

Gambar
Ilaa hadhrotin nabiyyil karimi nabiyinna Muhammadin shollallohu 'alaihi, wa alihi, wa azwaajihi, wa dzurriyyaatihii, wa 'iyalihi, wa atba'ihi, wa ashhabihi, wa ansho rihi, wa ashli baitihil kiromi. Syaiun llillahi lahumul, Fatihah ... Syumma ilaa arwahi abaaihi , wa ikhwanihi, minal ambiyai, wa mursalina, wa ila malaikatil muqoribin, wal karrubin,  wa syuhada'i, wa sholihin, wa ali kulli wa ashabi kulli khusushon ila ruhi abina  adama 'alaihi sallam, wa ummina hawa wa matana sala bainahuma ila yaumiddin. Syaiun llillahi lahumul, Fatihah ...   Syumma ilaa arwahi , sadatina Abi bakri, wa 'umar, wa utsman, wa 'aliy, walhamzatho, wa shohaasi, wa hasani, wa husini, wa ila arwahi baqiyathishohabati, wal qoroobati, wat taabi'iina, wat taabi'iina tabi'ina, bi ihsani ila yaumiddin. Syaiun llillahi lahumul, Fatihah ...   Syumma ilaa arwahi a-imatil arbashotil muztahidina fiddin, wal 'ulamair rosyidin, walqurroi muhlishin, wa a-imatil had...

Fungsi kepengurusan NU

Gambar
  Para Kiyai dan ustaz adalah tokoh agama yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, kekompakkan semua pengurus harus ditonjolkan agar Nahdlatul Ulama semakin diminati, disegani dan dicintai masyarakat   Seseorang yang sudah menjadi pengurus secara resmi, maka sudah menjadi mukallaf atau orang yang diberikan beban, beban dalam mengemban amanah menjadi pengurus Nahdlatul Ulama. Karena menjadi pengurus itu tingkatannya sudah muslih yaitu segala kebaikannya bukan hanya untuk diri sendiri namun juga untuk orang banyak.  Tantangan menjadi pengurus biasanya tidak disukai orang, berbeda ketika menjadi anggota, banyak dicintai oleh orang. Apalagi pengurus yang tidak pernah mengadakan kegiatan, pasti banyak kritikan. Agar warga Nahdlatul Ulama harus lebih berani mengambil sikap, jangan takut dan malu menunjukan pada orang lain jika kita warga Nahdlatul Ulama. Disamping itu, warga Nahdlatul UlamaU harus mampu memberikan teladan yang baik bagi masyara...

Pengamalan Aswaja

Gambar
      Implementasi (pengamalan) Ahlussunnah wal Jama’ah Bidang akidah. Dalam menjalani kehidupan atau menghadapi persoalan-persoalan, orang NU tidak boleh hanya bergantung pada kekuasaan Allah (pasrah) atau sebaliknya hanya mengandalkan kemampuan akal (teori atau ilmu pengetahuan). Kaduanya harus dilakukan secara bersamaan. Bidang Fikih (Ibadah). Dalam memegangi hukum fikih, NU tidak boleh “HANYA” berpegang / berlandaskan pada pendapat-pendapat yang ada ( qauly ) tetapi juga harus memperhatikan dan mengetahui perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan ( manhajiy ).  Bidang Tashawwuf. Dalam menjalankan ibadah, warga NU harus menggabungkan antara hakikat dan syariat. Aturan-aturan fikih (syarat dan rukun) tetap harus dipenuhi, namun di sisi lain penghayatan terhadap isi, makna, hakikat, tetap harus diperhatikan.